Space Ads close

Sponsor Ads


Recent Posts

Jumat, 30 Maret 2012

Cara Mengukur Break Horsepower (BHP)


Untuk mengetahui  Break Horsepower (BHP) dari sebuah mesin, kita mesti memasangkan dynamometer pada mesin tersebut. Dynamometer akan memberikan beban pada mesin tersebut dan mengukur jumlah Tenaga yang dapat diproduksi oleh mesin tersebut berbanding jumlah beban yang diberikan.
Cara kerja pengukurannya :
Kita nyalakan mesin dan biarin memiliki kecepatan putaran tertentu, misalkan 7000 rpm. Lalu kita beri beban bertahap dengan menggunakan dynamometer,sehingga kecepatan putaran berubah dan kita catat sampai beban berapa mesin dapat bertahan pada kecepatan putar 7000 rpm. Selanjutnya kita beri beban mesin agar kecepatan putar turun pada 6500 rpm. Pada kecepatan putar ini, kita tambah beban secara bertahap dan kita catat sampai dititik beban berapa mesin dapat bertahan pada kecepatan putar 6500 rpm.
contoh pemasangan dynamometer pada motor
Dynamometer atau kependekannya “dyno” , adalah alat yang digunakan untuk mengukur torsi, rpm dan power yang dihasilkan sebuah mesin. Sedangkan untuk mendapatkan nilai BHP(break horsepower) lihat contoh perhitungan dibawah :
Konversi Satuan Horsepower :
a. 1 Horsepower sama dengan 746 watts. Jadi jika kita mengambil 1-horsepower kuda dan meletakknya pada sebuah treatmill, ia dapat memutar generator yang dapat menghasilkan 746 watts listrik.
b. 1 Horsepower (selama 1 jam) sama dengan 2545 BTU (British Thermal Unit). Jadi, jika kita ambil 746 watt untuk menyalakan penghangat listrik dalam 1 jam, ia dapat memproduksi 2545 BTU. BTU sendiri adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur 1 derajat F dari 1 pound air.
c. 1 BTU sama dengan 1055 joule atau 252 gram-kalori atau 0,252 food kalori. Dengan kata lain, 1 kuda
memproduksi 1 horsepower yang dapat membakar 641 Kalori dalam 1 jam dengan syarat efisiensi-nya adalah 100%.



Tidak ada komentar:

agung nugroho. Diberdayakan oleh Blogger.